Efektivitas Layanan Organisasi Non-Pemerintah terhadap Pengungsi Rohingya: Analisis Indikator Kesejahteraan dan Proteksi
Abstract
Krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya telah menempatkan organisasi non-pemerintah (NGO) sebagai aktor kunci dalam penyediaan layanan kemanusiaan lintas negara. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis model PRISMA untuk menganalisis efektivitas layanan NGO terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan fokus pada dua kategori utama: indikator kesejahteraan dan indikator proteksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa NGO berperan signifikan dalam fase tanggap darurat melalui penyediaan akses air bersih, sanitasi, pangan, layanan kesehatan, shelter sementara, serta dukungan psikososial. Namun, efektivitas jangka panjang masih terbatas akibat ketergantungan pendanaan, koordinasi yang belum optimal, serta hambatan struktural terkait regulasi pengungsi yang belum komprehensif. Pada aspek proteksi, NGO berkontribusi pada pendataan administratif, pemberian identitas sementara, mekanisme pencegahan trafficking, perlindungan kelompok rentan, serta advokasi hukum. Meskipun demikian, status hukum pengungsi yang tidak jelas dan absennya kerangka hukum nasional membuat proteksi yang diberikan bersifat sementara dan tidak menjamin rasa aman jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas layanan membutuhkan kolaborasi multi-stakeholder, reformasi kebijakan perlindungan pengungsi, serta penggunaan indikator terstandarisasi dalam evaluasi program. Dengan demikian, layanan NGO dapat berkontribusi tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memulihkan martabat pengungsi Rohingya secara berkelanjutan.




