https://www.jhii.fisip.unila.ac.id.121-50-32-50.cpanel.site/index.php/jhii/issue/feed Jurnal Hubungan Internasional Indonesia 2026-01-07T23:14:46+00:00 Khairunnisa Simbolon khairunnisa.simbolon@fisip.unila.ac.id Open Journal Systems <p>JHII merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan dua kali per tahun, bulan Maret dan November oleh jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Makalah yang dapat dimuat dalam jurnal ini meliputi bidang keilmuan Teori Kemanan Internasional, Ekonomi Politik Internasional dan Masyarakat Transnasional. Makalah dapat berupa ringkasan laporan hasil penelitian atau kajian pustaka ilmiah. Makalah yang akan dimuat hendaknya memenuhi format yang telah ditentukan, contoh terlampir pada halaman depan jurnal ini atau dapat menanyakan ke alamat sekretariat jurnal JHII. Bahasa yang digunakan pada jurnal ini adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Tanpa mengurangi bobot ilmiah, jurnal ini menerima sumbangan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain dan menerima pemasangan iklan.</p> https://www.jhii.fisip.unila.ac.id.121-50-32-50.cpanel.site/index.php/jhii/article/view/78 Invasi Rusia ke Ukraina Tahun 2022: Analisis Perspektif Keamanan Sosial 2025-12-27T16:35:41+00:00 Rendy Wirawan rendy.wirawan@gmail.com Farhan Setyo Kuncoro farhansetyok@gmail.com <p><em>Penelitian ini menganalisis invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 melalui perspektif <strong>keamanan sosial</strong> dengan menggunakan kerangka <strong>Copenhagen School</strong><strong>.</strong> Fokus kajian diarahkan pada bagaimana Rusia membangun narasi sekuritisasi terhadap identitas komunitas penutur bahasa Rusia di Donbas sebagai justifikasi invasi militer. Penelitian menggunakan metode <strong>kualitatif deskriptif</strong> dengan<strong> analisis wacana kritis</strong> terhadap pidato politik, kebijakan negara, dokumen resmi, serta pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rusia memanfaatkan konsep </em><em>Russky Mir</em><em> untuk mengonstruksi keterikatan historis, budaya, dan identitas antara Rusia dengan komunitas di Ukraina timur. Identitas kolektif ini dibingkai sebagai objek referen yang terancam oleh kebijakan nasionalisasi Ukraina, khususnya dalam isu bahasa, budaya, dan simbol sejarah. Narasi perlindungan ini berfungsi ganda: mengonsolidasikan legitimasi domestik sekaligus mencari pembenaran internasional. Namun, mayoritas komunitas internasional menilai klaim tersebut sebagai manipulasi wacana demi kepentingan geopolitik Rusia.</em></p> 2025-12-25T13:55:46+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Hubungan Internasional Indonesia https://www.jhii.fisip.unila.ac.id.121-50-32-50.cpanel.site/index.php/jhii/article/view/99 Migrasi Iklim dan Keamanan Manusia: Tantangan Kebijakan untuk ASEAN dan Implikasi bagi Indonesia 2025-12-27T16:34:08+00:00 Yulia Rimapradesi yuliarimapradesi@fisip.unsri.ac.id <p><em>This study analyzes the interlinkages between climate change, human migration, and human security in Southeast Asia, focusing on ASEAN’s policy challenges and their implications for Indonesia. Using a qualitative approach through literature review, this research highlights climate-induced migration as a consequence of natural disasters, environmental degradation, and sea-level rise that threaten the dimensions of </em><em>freedom from fear</em><em> and </em><em>freedom from want</em><em> UNDP</em><em>in </em><em>1994</em><em>. </em><em>Cases such as the Mekong Delta floods in Vietnam, typhoons in the Philippines, and forest fires in Indonesia demonstrate that climate migration has become a tangible human security issue. However, limited institutional capacity, economic disparities, and ASEAN’s non-interference principle hinder collective responses to this challenge. In Indonesia, climate adaptation policies have yet to fully integrate migration and human security considerations.</em> <em>This study recommends a reorientation of policy toward inclusive human security governance and the establishment of an </em><em>ASEAN Framework on Climate Mobility</em><em> to strengthen regional collaboration in addressing climate-induced migration in the future.</em></p> 2025-12-25T14:09:20+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Hubungan Internasional Indonesia https://www.jhii.fisip.unila.ac.id.121-50-32-50.cpanel.site/index.php/jhii/article/view/118 Analysis of Lampung Province's Trade System and Opportunities for Upgrading in Global Value Chains (2014–2024) 2025-12-27T16:55:31+00:00 Irsyaad Suharyadi irsyaadsuharyadi@fisip.unila.ac.id Simon Sumanjoyo Hutagalung simon.sumanjoyo@fisip.unila.ac.id Rara Gusnita Putri rara.gusnitaputri@fisip.unila.ac.id <p>This study takes a close look at Lampung Province in Indonesia, focusing on its trade structure and the exciting growth potential within global value chains (GVCs). Using clear, accessible data from Statistik Perdagangan Luar Negeri Provinsi Lampung 2024, published by BPS Lampung, this report highlights Lampung’s export and import trends from 2014 to 2024. The report identifies key commodities and trading partners, and explores opportunities to upgrade functionality, markets, and social impact. The analysis shows that Lampung currently relies heavily on agro-based exports—mainly vegetable and animal oils, food products, and mineral fuels—and primarily depends on Asian markets, with some encouraging growth in exports to Europe and the Americas in 2024 (BPS Lampung, 2025). Drawing on Global Value Chain theory (Gereffi, 2018), the study proposes a framework to understand how Lampung can move from supplying raw materials to engaging in higher-value activities such as processing, branding, and market access through certification. The findings reveal that, even though export values rose and a surplus was achieved in 2024, manufacturing still accounts for only a small share of total exports, limiting opportunities for functional upgrading. While there has been some progress in diversifying markets toward Europe and North America, exports remain relatively concentrated in a few key regions. The paper offers practical policy recommendations, such as strengthening provincial economic diplomacy, supporting agro-processing industries, implementing certification and traceability systems, and fostering stakeholder collaboration to promote inclusive social upgrading for smallholders and MSMEs. Overall, this research provides valuable insights into subnational GVC development and points to actionable pathways for regional trade growth.</p> 2025-12-27T16:55:31+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Hubungan Internasional Indonesia https://www.jhii.fisip.unila.ac.id.121-50-32-50.cpanel.site/index.php/jhii/article/view/116 Diplomasi Soft Power Berbasis Nilai Lokal: Peran United In Diversity dalam Internasionalisasi Tri Hita Karana 2025-12-27T17:07:42+00:00 I Gede Putra Restyawan putra putrarestyaw41@gmail.com <p><em>Tulisan ini mengkaji peran aktor non-negara, khususnya organisasi non-pemerintah United In Diversity (UID) Indonesia, dalam mempraktikkan diplomasi soft power melalui internasionalisasi nilai lokal Tri Hita Karana. Selama ini, kajian diplomasi Indonesia cenderung menempatkan negara sebagai aktor utama, sementara kontribusi NGO dalam penyebaran nilai dan pembentukan citra nasional masih relatif terbatas dibahas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana UID memanfaatkan Tri Hita Karana sebagai sumber daya soft power serta menganalisis proses konstruksi makna dan identitas Indonesia di tingkat global. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kasus terhadap kegiatan Tri Hita Karana Forum, didukung oleh studi literatur dan observasi terhadap dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UID berperan sebagai penghubung lintas sektor yang mampu menerjemahkan nilai spiritual dan budaya lokal ke dalam narasi universal pembangunan berkelanjutan. Praktik ini tidak hanya memperluas ruang diplomasi di luar negara, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung harmoni dan keberlanjutan dalam tata kelola global.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2025-12-27T17:07:42+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Hubungan Internasional Indonesia https://www.jhii.fisip.unila.ac.id.121-50-32-50.cpanel.site/index.php/jhii/article/view/108 Efektivitas Layanan Organisasi Non-Pemerintah terhadap Pengungsi Rohingya: Analisis Indikator Kesejahteraan dan Proteksi 2026-01-07T23:14:46+00:00 I Gusti Ayu Natasya 2410412235@mahasiswa.upnvj.ac.id Bilqis Oktaviani Putri bilqisop@upnvj.ac.id Salwa Khalaeda 2410412046@mahasiswa.upnvj.ac.id Keysha Gianina Minerva 2410412213@mahasiswa.upnvj.ac.id Keenan Anugrah Hutagalung 2410412094@mahasiswa.upnvj.ac.id <p><em>Krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya telah menempatkan organisasi non-pemerintah (NGO) sebagai aktor kunci dalam penyediaan layanan kemanusiaan lintas negara. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis model PRISMA untuk menganalisis efektivitas layanan NGO terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan fokus pada dua kategori utama: indikator kesejahteraan dan indikator proteksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa NGO berperan signifikan dalam fase tanggap darurat melalui penyediaan akses air bersih, sanitasi, pangan, layanan kesehatan, shelter sementara, serta dukungan psikososial. Namun, efektivitas jangka panjang masih terbatas akibat ketergantungan pendanaan, koordinasi yang belum optimal, serta hambatan struktural terkait regulasi pengungsi yang belum komprehensif. Pada aspek proteksi, NGO berkontribusi pada pendataan administratif, pemberian identitas sementara, mekanisme pencegahan trafficking, perlindungan kelompok rentan, serta advokasi hukum. Meskipun demikian, status hukum pengungsi yang tidak jelas dan absennya kerangka hukum nasional membuat proteksi yang diberikan bersifat sementara dan tidak menjamin rasa aman jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas layanan membutuhkan kolaborasi multi-stakeholder, reformasi kebijakan perlindungan pengungsi, serta penggunaan indikator terstandarisasi dalam evaluasi program. Dengan demikian, layanan NGO dapat berkontribusi tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memulihkan martabat pengungsi Rohingya secara berkelanjutan.</em></p> 2025-12-27T18:01:36+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Hubungan Internasional Indonesia https://www.jhii.fisip.unila.ac.id.121-50-32-50.cpanel.site/index.php/jhii/article/view/119 Comparative Study of World Urban Farming Practices: Efforts to Support Food Security and Environmental Conservation 2025-12-31T12:23:12+00:00 Indra Jaya Wiranata indra.jayawiranata@fisip.unila.ac.id <p><em>Accelerated urbanization, climate change, and rising food insecurity have led cities to adopt urban agriculture to improve food systems and support environmental sustainability. This study provides a comparative analysis of urban agriculture practices in seven countries: Iran, the United Kingdom, Argentina, South Korea, Singapore, Zimbabwe, and New Zealand. It examines how these practices contribute to food security and environmental conservation. Methods like community gardens, rooftop and vertical farming, permaculture, and community agroecology differ across contexts. They reflect varying levels of government support, ranging from strong policy-driven models in Singapore and South Korea to community-led initiatives in Zimbabwe and Iran. Urban agriculture plays a significant role in food security, especially in regions vulnerable to food shortages and in national food strategies. It also offers environmental benefits, including the creation of green spaces, climate mitigation, urban heat reduction, resource conservation, and improved biodiversity. The findings, based on a literature review of academic studies, policy reports, and case studies, show that the success of urban agriculture hinges on its fit with local conditions, support from policy frameworks, and its integration into broader sustainable development approaches. This positions urban agriculture as an important tool for building resilient urban food systems.</em></p> 2025-12-31T12:22:13+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Hubungan Internasional Indonesia